BAHAYA ROKOK - THE MUMI

Breaking

THE MUMI

Karena Engkau Bidadari Surgaku Yang Sangat Kucinta

Post Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 10 Agustus 2010

BAHAYA ROKOK

ROKOK?
BAHAYYYYA……. LOCH
Hari gene masih merokok? Nah, ini peringatan bagi Anda yang masih belum bisa mengakhiri asap beracun itu. Peringatan terbaru dikeluarkan oleh Massachusetts General Hospital pada 29 Desember 2008 lalu dalam siaran pers mengenai “third-hand smoke” bukan lagi “second-hand smoke.”

“Third-hand smoke” adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan ada banyak residu racun dari asap rokok yang menempel di baju, anggota tubuh terutama tangan, dan rambut Anda saat merokok. Atau benda-benda lainnya. Residu ini bisa bertahan lama. Nah, kelompok yang paling rentan “merasakan” residu racun-racun alias “third-hand smoke” ini adalah balita.

Mengapa masalah residu itu penting diperhatikan? Menurut National Toxicology Program ada 250 gas-gas beracun, bahan kimia, dan metal, termasuk hydrogen cyanide, karbon monoksida, butane, amonia, toluena (bahan kimia yang umum pada pengencer cat), arsenik, plumbum, chromium (yang digunakan untuk membuat baja), cadmium (yang digunakan untuk membuat batu baterai), dan polonium-210 (bahan penyebab kanker beradioaktif). Paling tidak 11 jenis senyawa diklasifikasikan sebagai Group 1 carcinogens (senyawa penyebab kanker), senyawa paling berbahaya bagi kesehatan.

Merokok Menyebabkan Bodoh dan Pikun
(ini yang penting banget untuk “REMAJA”)


Dalam eksperimennya, ilmuwan di “lembaga penelitian ilmu kedokteran dan kesehatan nasional” Paris, Perancis mengadakan percobaan terhadap 4 kelompok tikus. Di antara 4 kelompok tikus ini ada 3 kelompok disuntik dengan suntikan nikotin ke dalam pembuluh darah balik, sedangkan kelompok ke-4 tidak diinjeksi dengan suntikan nikotin. Ke-3 kelompok tikus pertama masing-masing disuntik dengan nikotin dosis rendah (0,02 mg/kg), dosis menengah (0,04 mg/kg), dan dosis tinggi (0,08 mg/kg).

Setelah 42 hari diadakan pembedahan dan analisa terhadap tikus tersebut, para ilmuwan mendapati bahwa produksi protein PSA-NCAM dalam otak semua tikus yang disuntik nikotin menurun drastis --PSA-NCAM berhubungan dengan kemampuan belajar dan daya ingat otak besar. Tikus yang disuntik dengan nikotin dosis menengah dan tinggi, produksi sel otak barunya secara jelas minus 50% dibanding tikus-tikus yang tidak disuntik dengan nikotin, dan rasio kematian sel otak tikus yang disuntik juga secara jelas lebih tinggi dari pada tikus yang tidak disuntik. Para ilmuwan menyatakan bahwa hasil penelitian terbarunya ini sama sekali bertentangan dengan hasil penelitian di tahun 1990 yang menyimpulkan bahwa “merokok dapat meningkatkan daya pengetahuan”. Hasil penelitian waktu itu pernah secara mustahil menyimpulkan dengan menyatakan bahwa nikotin dapat meningkatkan unsur penyampaian saraf di dalam tubuh, dan dapat membantu mencegah timbulnya gejala demensia usia lanjut. Namun belakangan kemudian, peneliti menyanggah argumen-argumen tersebut melalui penyelidikan.

Dengan demikian, jelaslah bahwa pengetahuan kita sekarang terhadap sejumlah besar hal ihwal belum tentu benar. Kita perlu terus-menerus menerima dan mempelajari hal ihwal baru. Ada sejumlah hal ihwal tidak bisa dikarenakan ketidakpercayaan kita atau tidak dapat menerimanya lalu menganggapnya tidak benar, dan ini sepertinya menipu diri sendiri juga orang lain! Sebab, percaya atau tidak percaya, ia memang benar-benar eksis.
Nah, gimana mau bikin mama papa bangga kalau otak gak bias diajak kompromi pas belajar. Ya itu semua karena Tuhan 9 senti (kata om Taufik Ismail dalam puisinya)
…………………………………………………..
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,
………………………………………
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,
……………………………………
Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?
…………………………………………….



Post Top Ad

Responsive Ads Here